Selalu Berimajinasi ....

SELAMAT DATANG LIDI BALI, Selalu Berimajinasi .........
Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts

Sunday, March 4, 2018

Restoran

Sudah tidak asing lagi bagi penggelut dunia usaha kuliner maupun pariwisata mengenai kata Restoran atau dalam bahasa Inggris disebut Restaurant. Setiap acara pejalanan wisata ataupun liburan lainnya akan menyempatkan diri untuk makan. Acara makan ada yang dilakukan diluar ruangan, di dalam ruang ataupun dengan mendatangi tempat-tempat makan yang salah satunya disebut  Restoran. Nah kali ini saya akan membahas apa itu Restoran.

Restoran merupakan suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial dalam penyajian makanan maupun minuman, dengan pelayanan yang baik dan profesional kepada seluruh pelanggan.
Saat ini Restoran suah dapat dijumpai dimana-mana, seperti di hotel, kantor, area publik lainnya dan juga banyak yang berdiri sendiri di luar hotel.
Tujuan didirikannya Restoran adalah untuk mencari untung, namun selain itu Restoran juga bertujuan untuk memberikan rasa puas terhadap pelanggannya dengan menyajikan berbagai makanan dan minuman yang menarik bagi pelanggan serta service yang memuaskan.
Dalam bisnis Restoran, terjadi pertukaran jasa dan uang dari pengelola Restoran dan pelanggan yang disebut Barter. Agar Barter tersebut dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan petugas-petugas Restoran yang baik, yang diseleksi secara cermat, dididik dan dilatih serta diajar berkomunikasi secara baik serta dikordinasikan dengan teliti dan dipersiapkan dengan kesungguhan hati.
Dalam bisnis Restoran yang dijual adalah produk jasa, dimana kita dihadapkan dengan manusia, bukan benda mati lainnya, maka dari itu kita tidak boleh kaku dan harus menyesuaikan diri dengan keadaan dunia kita.
Adapun macam-macam tipe Restoran yaitu :
1. A'la Carte Restaurant, yaitu Restoran yang menjual makanan lengkap dan banyak variasi dengan harga sendiri-sendiri, dan tamu bebas memilih makanan mereka.
2. Table D'hote Restaurant, yaitu Restoran yang kusus menyajikan makanan lengkap dari makanan pembuka sampai makanan penutup dengan harga yang telah ditentukan.
3. Coffee Shop atau Brasserie, yaitu Restoran yang biasanya berhubungan dengan hotel, dimana tamu bisa memesan makanan pagi, siang dan malam secara cepat dengan harga yang terjangkau. Pada umumnya yang ditonjolkan disini adalah kecepatan pelayanan dengan American Service dimana makanan Ready on The Plate atau makanan sudah tersusun rapi dalam satu piring, tinggal disajikan kepada tamu.
4. Cafetaria, yaitu Restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake, sandwich, kopi dan teh. Restoran jenis ini biasanya tidak menjual minuman beralkohol.
5. Canteen, Restoran jenis ini biasanya berhubungan dengan kantor, pabrik ataupun sekolah, dimana pelanggan bisa memesan makanan siang dan coffee break untuk selingan jam kerja.
6. Continental Restaurant, yaitu Restoran yang menyajikan makanan kontinental yang megah, suasananya santai namun susunanya agak rumit.
7. Carvery, Restoran yang berhubungan dengan hotel, dimana tamu dapat mengiris sendiri daging panggang sesuai keinginan mereka dengan harga yang sudah ditetapkan.
8. Dining Room, yaitu Restoran yang berada di dalam hotel, yang diperuntukkan bagi tamu hotel.
9. Discotheque, yaitu Restoran yang juga diperuntukkan bagi tempat dansa yang diiringi musik ataupun live band, dimana makanannya pada umumnya snack.
10. Pup, yaitu : tempat hiburan umum yang mendapat ijin untuk menjual bir serta minuman beralkohol lainnya, dan jenis makanannya yaitu snack.
Nah sekian dulu pembahasan mengenai Restoran, semoga dapat berguna untuk menambah wawasan kita.

Wednesday, February 7, 2018

Pantai Pendawa

Pantai Pandawa adalah salah satu kawasan wisata di area Kuta selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai ini terletak di balik perbukitan dan sering disebut sebagai Pantai Rahasia (Secret Beach). Di sekitar pantai ini terdapat dua tebing yang sangat besar yang pada salah satu sisinya terdapat pahatan lima patung Pandawa dan Kunti. Keenam patung tersebut secarara berurutan (dari posisi tertinggi) diberi penejasan nama Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa. Maka dari itu pantai itu diberi nama pantai Pandawa.

Selain untuk tujuan wisata dan olahraga air, pantai ini juga dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut, karena kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak sampai ke garis pantai. Cukup banyak wisatawan yang melakukan paralayang dari Bukit Timbis hingga ke Pantai Pandawa.

Kawasan pantai ini juga sering digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk sinetron, karena kawasan dan pemandangan pantai ini sangat menarik

Tuesday, February 6, 2018

Uluwatu

Uluwatu merupakan sebuah desa yang terletak di Barat Daya pulau Bali. Di daerah ini ada sebuah pura yang terkenal dengan nama Pura Luhur Uluwatu. Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung.

Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya.
Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksa atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.
Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.
Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang erat kaitannya dengan pura induk. Pura pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hari-hari piodalan-nya. Piodalan di Pura Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dewa Rudra.
Pura Uluwatu juga menjadi terkenal karena tepat di bawahnya adalah pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar, bahkan even internasional seringkali diadakan di sini. Ombak pantai ini terkenal amat cocok untuk dijadikan tempat selancar selain keindahan alam Bali yang memang amat cantik

Gianyar

Salah satu kota di Bali yang terkenal adalah kota Gianyar. Kota gianyar sudah sangat terkenal di dunia. Kota ini terletak di bagian timur pulau Bali yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klungkung, Bangli dan Denpasar.
Sejarah Kota Gianyar ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar No.9 tahun 2004 tanggal 2 April 2004 tentang Hari jadi Kota Gianyar.
Sejarah dua seperempat abad lebih, tempatnya 244 tahun yang lalu, 19 April 1771, ketika Gianyar dipilih menjadi nama sebuah keraton, Puri Agung yaitu Istana Raja (Anak Agung) oleh Ida Dewa Manggis Sakti maka sebuah kerajaan yang berdaulat dan otonom telah lahir serta ikut pentas dalam percaturan kekuasaan kerajaan-kerajaan di Bali. Sesungguhnya berfungsinya sebuah keraton, yaitu Puri Agung Gianyar yang telah ditentukan oleh syarat sekala niskala yang jatuh pada tanggal 19 April 1771 adalah tonggak sejarah yang telah dibangun oleh raja (Ida Anak Agung) Gianyar I, Ida Dewata Manggis Sakti memberikan syarat kepada kita bahwa proses menjadi dan ada itu bisa ditarik ke belakang (masa sebelumnya) atau ditarik ke depan (masa sesudahnya).
Masa kerajaan
Berdasarkan bukti-bukti arkeologis di wilayah Gianyar sekarang dapat diinterprestasikan bahwa munculnya komunikasi di Gianyar sejak 2000 tahun yang lalu karena diketemukannya situs perkakas (artefak) berupa batu, logam perunggu berupa nekara (Bulan Pejeng), relief-relief yang menggambarkan kehidupan candi-candi atau goa-goa di tebing-tebing sungai (tukad) Pakerisan.
Setelah bukti-bukti tertulis ditemukan berupa prasasti di atas batu atau logam terindetifikasi situs pusat-pusat kerajaan dari dinasti Warmadewa di Keraton Singamandawa, Bedahulu. Setelah ekspedisi Gajah Mada (Majapahit) dapat menguasai Pulau Bali maka di bekas pusat markas laskarnya didirikan sebuah Keraton Samprangan sebagai pusat pemerintahan kerajaan yang dipegang oleh Lima Raja Bali, yaitu:
Raja Adipati Ida Dalem Krena Kepakisan (1350-1380), sebagai cikal bakal dari dinasti Kresna Kepakisan, kemudian Keraton Samprangan mampu bertahan selama lebih kurang tiga abad.Ida Dalem Ketut Ngulesir (1380-1460)Ida Dalem Waturenggong (1460-1550)Ida Dalem Sagening (1580-1625)Ida Dalem Dimade (1625-1651).
Dua Raja Bali yang terakhir yaitu Ida Dalem Segening dan Ida Dalem Dimade telah menurunkan cikal bakal penguasa di daerah-daerah. Ida Dewa Manggis Kuning (1600-an) penguasa di Desa Beng adalah cikal bakal Dinasti Manggis yang muncul setelah generasi II membangun Kerajaan Payangan (1735-1843). Salah seorang putra raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe yang bernama Ida Dewa Agung Anom muncul sebagai cikal bakal dinasti raja-raja di Sukawati (1711-1771) termasuk Peliatan dan Ubud. Pada periode yang sama, yaitu periode Gelgel muncul pula penguasa-penguasa daerah lainnya, yaitu I Gusti Ngurah Jelantik menguasai Blahbatuh dan kemudian I Gusti Agung Maruti menguasai daerah Keramas yang keduanya adalah keturunan Arya Kepakisan.
Masa kolonialisme
Dinamika pergumulan antara elit tradisional dari generasi ke generasi telah berproses pada momentum tertentu, salah seorang di antaranya sebagai pembangunan kota keraton atau kota kerajaan pusat pemerintahan kerajaan yang disebut Gianyar. Pembangunan Kota kerajaan yang berdaulat dan memiliki otonomi penuh adalah Ida dewa Manggis Sakti, generasi IV dari Ida Dewa Manggis Kuning. Sejak berdirinya Puri Agung Gianyar 19 April 1771 sekaligus ibu kota Pusat Pemerintah Kerajaan Gianyar adalah tonggak sejarah. Sejak itu dan selama periode sesudahnya Kerajaan Gianyar yang berdaulat, ikut mengisi lembaran sejarah kerajaan-kerajaan di Bali yang terdiri atas sembilan kerajaan di Klungkung, Karangasem, Buleleng, Mengwi, Bangli, Payangan, Badung, Tabanan dan Gianyar. Namun sampai akhir abat ke-19, setelah runtuhnya Payangan dan Mengwi di satu pihak dan munculnya Jembrana dilain pihak maka Negara): Klungkung, Karangasem, Bangli dan Gianyar (ENI, 1917).
Masa awal kemerdekaan
Ketika Belanda telah menguasai seluruh Pulau Bali, Kedelapan bekas kerajaan tetap diakui keberadaannya oleh Pemerintah Guberneurmen namun sebagai bagian wilayah Hindia Belanda yang dikepalai oleh seorang raja (Selfbestuurder) di daerah Swaprajanya masing-masing. Selama masa revolusi, ketika daerah Bali termasuk dalam wilayah Negara Indonesia Timur (NIT) otonomi daerah kerjaan (Swapraja) ke dalam sebuah lembaga yang disebut Oka, Raja Gianyar diangkat sebagai Ketua Dewan Raja-raja menggantikan tahun 1947. Selain itu pada periode NTT dua tokoh lainnya yaitu Tjokorde Gde Raka Sukawati (Puri Kantor Ubud) menjadi Presiden NIT dan Ida A.A. Gde Agung (Puri Agung Gianyar) menjadi Perdana Menteri NIT, Ketika Republik Indonesia Serikat (RIS) kembali ke Negara Kesatuan (NKRI) pada tanggal 17 Agustus 1950, maka daerah-daerah diseluruh Indonesia dengan dikeluarkan Undang-undang N0. I tahun 1957, yang pelaksanaannya diatur dengan Undang-Undang No. 69 tahun 1958 yang mengubah daerah Swatantra Tingkat II (Daswati II). Nama Daswati II berlaku secara seragam untuk seluruh Indonesia sampai tahun 1960. Setelah itu diganti dengan nama Derah Tingkat II (Dati II).
Namun Bupati Kepala Derah Tingkat II untuk pertama kalinya dimilai pada tahun 1960. Bupati pertama di DATI II Gianyar adalah Tjokorda Ngurah (1960-1963). Bupati berikutnya adalah Drh. Tjokorda Anom Pudak (1963-1964) dan Bupati I Made Sayoga, BA (1964-1965).
Ketika dilaksanakannya Undang-Undang No. 18 tahun 1965, maka DATI II diubah dengan nama Kabupaten DATI II. Kemudian disempurnakan dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 5 tahun 1974 yang menggantikan nama Kabupaten. Kepala daerahnya tetap disebut Bupati.
Masa sekarang
Sejak tahun 1950 sampai sekarang yang hampir lima dasawarsa lebih telah tercatat sembilan orang Kepala Pemerintahan/Bupati Gianyar, yaitu:
A.A. Gde Raka (1950-1960)Tjokorde Ngurah (1960-1963)Drh. Tjokorde Dalem Pudak (1963-1964)I Made Sayoga,BA (1964-1965)I Made Kembar Kerepun (1965-1969)A.A. Gde Putra, SH (1969-1983)Tjokorda Raka Dherana, SH (1983-1993)Tjokorda Gde Budi Suryawan, SH (1993-2003)A.A.G. Agung Bharata, SH (2003-2008)Ir.Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati,MSi. (2008-2012)A.A.G. Agung Bharata, SH (2012-2017)
Dari sisi otonomi jelas tampak bahwa proses perkembangan yang terjadi di Kota Gianyar. Otonomi dan berdaulat penuh melekat pada Pemerintah kerjaan sejak 19 April 1771 kemudian berproses sampai otonomi Daerah di Tingkat II Kabupaten yang diberlakukan sampai sekarang.
Berbagai gaya kepemimpinan dan seni memerintah dalam sistem otonomi telah terparti di atas lembaran Sejarah Kota Gianyar. Proses dinamika otonomi cukup lama sejak 19 April 1771 sampai 19 April 2005 saat ini, sejak kota keraton dibangun menjadi pusat pemerintahan kerajaan yang otonomi sampai sebuah kota kabupaten, nama Gianyar diabadikan. Sampai saat ini telah berusia 234 tahun, para pemimpin wilayah kotanya, dari raja (kerajaan) sampai Bupati (Kabupaten), memiliki ciri dan gaya serta seni memerintah sendiri-sendiri di bumi seniman. Seniman yang senantiasa membumi di Gianyar dan bahkan mendunia.

Monday, June 5, 2017

Pantai Sanur

Selain Pantai Kuta, salah satu pantai yang menjadi tujuan wisata adalah Pantai Sanur. Pantai Sanur adalah sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali, tepatnya persis berada di sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai Matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta. Matahari pagi akan kelihatan merah keluar dari bumi yang  sangat indah dan hangat.
Pantai sanur sangat baik untuk mandi dan berenang, karena ombaknya yang cukup tenang. Pantai Sanur tidak baik dipakai untuk surfing layaknya Pantai Kuta. Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian.
Karena lokasinya yang berada di sebelah timur pulau Bali, maka pantai Bali ini menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise atau Matahari terbit. Hal ini menjadikan tempat wisata ini makin menarik, bahkan ada sebuah ruas di pantai Sanur ini yang bernama pantai Matahari Terbit karena pemandangan saat Matahari terbit sangat indah jika dilihat dari sana.
Sepanjang pantai Bali ini menjadi tempat yang pas untuk melihat Matahari terbit. Apalagi sekarang sudah dibangun semacam sanderan yang berisi pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk menunggu Matahari terbit. Selain itu, ombak di pantai ini relatif lebih tenang sehingga sangat cocok untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan tidak berbahaya.
Selain itu, pengunjung bisa melihat Matahari terbit dengan berenang di pantai. Sebagian kawasan pantai ini mempunyai pasir berwarna putih yang eksotis. Dilengkapi dengan pohon pelindung, pengunjung bisa duduk-duduk sambil menikmati jagung bakar ataupun lumpia yang banyak dijajakan pedagang kaki lima.
Sepanjang tempat wisata pantai Bali ini sekarang sudah dilengkapi dengan penunjang wisata berupa hotel, restoran ataupun kafe-kafe kecil serta art shop. Salah satu hotel tertua di Bali dibangun di pantai ini. Hotel ini bernama Ina Grand Bali Beach yang terletak persis di tepi pantai. Selain itu, sepanjang garis pantai juga dibangun semacam area pejalan kaki yang seringkali digunakan sebagai jalur jogging oleh wisatawan ataupun masyarakat lokal. Jalur ini terbentang ke arah selatan melewati pantai Shindu, pantai Karang hingga Semawang sehingga wisatawan bisa berolahraga sekaligus menikmati pemandangan pantai di pagi hari.

Tuesday, May 23, 2017

Pantai Kuta

Pantai Kuta merupakan salah satu obyek pariwisata yang berada di kecamatan Kuta Kabulaten Badung Selatan. Kuta mulai dilirik oleh wisatawan manca negara semenjak tahun 1970 an. Saat itu Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach). Selain itu, Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta, sehingga Kuta merupakan tempat pertama bagi wisatawan menginjakkan kaki di Bali.

Sebelum menjadi objek wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang tempat produk lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang Denmark, datang ke Bali dan mendirikan basis perdagangan di Kuta. Ia ahli bernegosiasi sehingga dirinya terkenal di antara raja-raja Bali dan Belanda.

Selanjutnya, Hugh Mahbett menerbitkan sebuah buku berjudul “Praise to Kuta” yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk menyiapkan fasilitas akomodasi wisata. Tujuannya untuk mengantisipasi ledakan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Buku itu kemudian menginspirasi banyak orang untuk membangun fasilitas wisata seperti penginapan, restoran dan tempat hiburan.

Sampai saat ini, Pantai Kuta selalu banyak dikunjungi oleh pariwisata, yang mana Pantai Kuta terkenal memiliki ombak yang bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Selain keindahan pantai, wisata pantai Kuta juga menawarkan berbagai jenis hiburan seperti bar, restoran, pertokoan, restoran, hotel, dan toko-toko kelontong, serta pedagang kaki lima di sepanjang pantai menuju pantai Legian.

Pantai Kuta sangat mudah di akses, dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai dalam kondisi jalanan lancar.

Sebagai tempat wisata pantai, pantai Kuta dilengkapi lahan parkir di sepanjang pantai, kamar mandi umum, payung pantai, kios makanan dan minuman, serta tempat penyewaan papan selancar.

Namun selain hal yang menarik, ada pula hal yang membuat wisatawan mengeluh, yaitu masalah kebersihan dan tumpukan sampah di pantai Kuta, terutama saat musim liburan. Hal tersebut mempengaruhi penilaian wisatawan domestik maupun manca negara terhadap citra pantai Kuta.

Selain disebabkan aktivitas pengunjung dan penjual di sepanjang pantai Kuta, sampah-sampah di pantai Kuta juga diakibatkan hembusan angin barat setiap tahunnya yang membawa sampah dari muara-muara sungai terdekat ke pantai.

Permasalahan ini berusaha diatasi oleh prajuru Desa Adat Kuta dan anggota Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang merupakan mitra dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung. Setiap pagi, Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga aktif mengoperasikan mobil loader untuk memunguti sampah di pagi hari. Permasalahan ini juga memperoleh perhatian utama dari TNI, berbagai organisasi masyarakat, dan industri-industri pariwisata yang berada di wilayah Pantai Kuta


Monday, May 22, 2017

Syarat dan Sifat Seorang Karyawan

Kelancaran dan kelangsungan dari sebuah perusahaan kusudnya restoran bukan hanya didukung oleh peralatan yang dipakainya, namun juga harus di dukung oleh kesiapan dari karyawannya. Seorang karyawan harus memiliki sifat-sifat yang baik, yang dapat menunjang aktifitas kerja, sehingga pelanggan mendapatkan apa yang mereka harapkan dan bisa kembali lagi.
Adapun syarat dan sifat yang harus dimiliki oleh karyawan/petugas restoran yang baik dan berkwalitas yaitu :
1. Intelligence  ( akal budi, kebijaksanaan )
Hal ini akan kelihatan dalam keseharian saat bekerja karyawan yang bersangkutan, sehingga akan diketahui bahwa karyawan memiliki ketrampilan yang memadai.
2 .Education  ( pendidikan )
Seorang petugas restoran harus memiliki pendidikan yang memadai dalam bidang kepariwisataan.
3. Physical & mental health (sehat pisik dan mental)
Petugas reatoran harus sehat pisik dan mental, serta tahu cara pendekatan yang baik kepada tamu.
4. Honesty (kejujuran)
Setiap petugas restoran harus memiliki kejujuran yang tinggi. Mengambil uang perusahaan untuk dimiliki sendiri merupakan suatu ketidak jujuran. Datang telat dan pulang lebih cepat juga merupakan suatu ketidak jujuran terhadap perusahaan.

5. Confidence (percaya diri)
Karyawan harus memiliki rasa percaya diri, baik terhadap penampilan  diri maupun terhadap kemampuan dan ketrampilan dalam menjelaskan dan menjual barang-barang atau makanan yang dimilikinya, sehinggga pelanggan menjadi tertarik untuk membelinya.

6. Self Respect  (harga diri)
Apapun jenis pekerjaan yang kita lakoni, kita tidak boleh minder, malah kita harus mengatakan bahwa kita adalah seorang waiter, clerk atau apapun jenis pekerjaan kita dengan bangga dan tersenyum, sambil menatap orang kita ajak bicara.

7. Interest (perhatian)
Dalam sehari, kita sudah menggunakan sepetiga atau lebih dari waktu kita untuk bekerja, maka dari itu tidak ada alas an untuk tidak manaruh perhatian penuh terhadap pekerjaan kita.

8. Attitude to The Guest (sikap kepada tamu)
Kita harus menunjukkan sikap baik kepada tamu. Kita harus selalu ingat, Tamu adalah Raja, namun bukan berarti kita harus terlalu merendahkan diri di hadapan tamu. Yang harus kita pahami adalah apa yang dibutuhkan oleh tamu.

9. Aptidute (kecakapan)
Kecakapan dari setiap karyawan akan semakin bertambah seiring dengan praktek-prektek yang dilakukannya terus menerus dalam pekerjaan. Namun perlu juga diingat, bahwa setiap karyawan memiliki kecakapan sendiri.

10. Carefulness (kehati-hatian)
Kita harus selalu berhati-hati dalam bekerja, karena banyak ada barang-barang yang mungkin saja bisa jatuh dan pecah dan mungkin bisa menimbulkan kecelakaan kerja.

11. Tolerance (kesabaran)
Kesabaran sangat penting dimana saja, terlebih di dunia kerja. Jika kita tidak memiliki kesabaran, maka kita tidak akan bisa menjaga keutuhan tim kerja kita, karena mungkin saja perselisihan atau beda pendapat akan terjadi diantara sesame pekerja. Maka dari itu kesabaran sangat mutlak dibutuhkan.

12. Ability to take criticism (sanggup menerima kritikan)
Dalam bekerja, kita harus siap menerima kritikan, baik dari pelanggan ataupun atasan kita, dan gunakan kritikan tersebut untuk melakukan hal yang lebuh baik.

13. Appearance (penampilan)
Kita hrus menampilkan hal-hal yang baik kepada tamu, dan menghilangkan kebiasaan buruk kita. Ini sangat penting karena apa yang kita tampilkan akan menjadi penilaian dari tamu, baik itu yang baik maupun buruk.

14. Speech (berbicara)
Kita harus berbicara yang sopan dan jelas

15. Manners (sopan santun)
Kita harus bersikap sopan kepada siapa saja, terlebih lagi terhadap tamu.

16. Quickness (kecepatan)
Kita harus membiasakan diri bekerja dengan cepat. Dalam aktifitas di restoran, kita tidak boleh malas, harus sigap, gesit dan tangkas. Namun perlu juga diperhatikan bahwa seberapapun gesitnya kita tidak boleh berlari di restoran. Yang bisa kita lakukan hanyalah berjalan cepat.

17. Capability (kepandaian)
Dalam bekerja, biasakan selalu membuat rencana kerja mengenai hal apa saja yang akan dilakukan, sehingga bisa efektif dan efisien

19. Punctuality (tepat waktu)
Kita tidak boleh terlambat datang ketempat kerja. Tepat waktu menunjukkan bahwa kita orang yang disiplin. Biasakan datang 15 menit sebelum jam kerja dimulai, sehingga kita bisa mempersiapkan hal-hal yang diperlukan.

20. Memory (ingatan)
Akan sangat membantu jika kita mempunyai daya ingat yang kuat, sehingga kita dapat mengingat nama tamu, kesukaan dan kebiasaannya. Hal itu merupakan hal lebih yang dapat mebuat tamu merasa diperhatikan dan bisa membuatnya senang.

21. Initiative (inisiatif)
Biasakan bekerja dengan selalu memiliki ide-ide yang baru yang dapat menunjang dan meningkatkan penjualan perusahaan.

22. Loyalty (kesetiaan)
Seorang karyawan harus memiliki kesetiaan pada perusahaan tempat bekerja, dan selalu menjunjung tinggi nama perusahaan tempatnya bekerja.

23. Enthusiasm (semangat)
Semangat kerja merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam bekerja, maka dari itu kita harus selalu senang dan bersemangat dalam menjalani pekerjaan kita.

24. Reliable (dapat dipercaya)
Kita sebagai karyawan harus bisa membuktikan bahwa kita orang yang dapat dipercaya dalam melakukan segala tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaan.

30. Cooperative (kerjasama)
Kita harus bisa bekerja sama baik dengan teman sejawat maupun yang lain bagian, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik, dan tamu mendapat kepuasaan dalam pelayanan kita.


Demikianlah ulasan mengenai sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang karyawan, semoga bermanfaat

Thursday, May 4, 2017

Peralatan Restoran

Guna menjaga kepuasan pelayanan terhadap tamu, maka kita harus selalu memperhatikan hal-hal yang dapat menunjang kualitas dari service. Selain itu, hal yang tidak kalah penting yang juga harus selalu diperhatikan adalah peralatan yang dipakai pada Restoran yang bersangkutan., karena perlengkapan yang memadai dan alat-alat yag mencukupi adalah faktor yang sangat menunjang keberhasilan usaha sebuah restoran. Setiap tamu yang datang ke restoran akan memperoleh kesan yang baik dengan suasana menyenangkan apabila didapati perabot ruag makan yang tepat dan peralatan hidang yang memadai.
Perabot yang menarik bukan ditentukan oleh sifatnya yang antik, harga yang mahal atau modelnya yang modern. Perabot akan tampak indah bila ukuran perabot disesuaikan dengan luas ruangan dan tema dari restoran itu sendiri. Hal ini akan menimbulkan kenyamanan bagi tamu. Selain itu, ruang makan tampak tidak terlalu penuh sehingga memberi keleluasaan bergerak dalam memberi pelayanan pada tamu. Rancangan perabot makan harus dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi staff  dan pelanggan. Meja dan kursi ditata sesuai ketentuan perusahaan dan juga dapat disesuaikan dengan keinginan atau jumlah tamu yang ada.
Peralatan restoran secara umum terdiri dari cutllery, silverware, chinaware, glassware, service equipment, furniture, linen, stationary, entertainment equipment. Peralatan restoran harus dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan restoran. Adapun pemilihan peralatan restoran dapat ditentukan oleh hal-hal sebagai berikut berikut ini :
1. Tema dari restoran tersebut
2. Cara penyajian makanan
3. Denah dari ruang makan (Lay Out)
4. Mudah disimpan dan jika rusak mudah diperbaiki
5. Model dan warna yang diinginkan
6. Disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan (restoran)

Adapun kelengkapan peralatan restoran dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
1. Silverware adalah peralatan makan dan minum yang terbuat dari stainlees steel, logam, silver, gold atau plastik. Silverwareterbagi menjadi 2 bagian, yaitu :
Cutlery :
·         Dinner Knife : pisau daging, pisau besar yang disajikan untuk hidangan utama, ukuran : 20 – 24 cm
·        Dinner Fork : garpu daging, digunakan untuk semua hidangan yang disajikan sebagai hidangan utama, ukuran : 19 – 21 cm
·         Soup spoon : sendok sup, ukuran : 19 – 21 cm
·         Dessert knife : pisau dessert, ukuran : 19 – 21 cm
·         Dessert fork : garpu dessert, ukunr : 18 – 19 cm
·         Dessert spoon : sendok dessert, ukuran : 18 – 19 cm
2. Chinaware adalah peralatan makan dan minum yang terbuat dari keramik
·         Platter : piring lodor
·         Plate : piring
·         Soup cup : mangkuk sup
·         Dessert plate : piring dessert
·         Bread and butter plate : piring roti dan mentega
·         Cup : cangkir
·         Saucer : alas cangkir
·         Pot : teko teh
·         Bowl : mangkuk
·         Ashtray : asbak
3. Glassware adalah peralatan makan dan minum yang terbuat dari kaca, yaitu:
·         Gelas bertangkai (stemug glass) :
·         Water goblet
·         Red wine glass
·         White wine glass
·         Champagne glass
·         Cocktail glass
Gelas tidak bertangkai (unstemug glass) :
·         Short glass
·         Juice glass
·         Beer mug
·         Highball glass
·         Wine carafe/tempat wine
4. Other equipment
·         Tray : nampan
·         Flower vas : vas bunga
·         Decanter : botol wine/tempat wine
·         Gueridon : meja dorong
·         Bread basket : keranjang roti
·         Menu card : kartu menu/daftar menu
5. Furniture
·         Chair (kursi) : standar kursi dari lantai ke ujung sandaran = 100 cm, tinggi tempat duduk dari lantai = 46 cm, lebar = 46 cm.
·         Table (meja) : penggunaan jenis meja disesuaikan dengan jenis ruangan, kapasitas setiap meja serta tema restoran
6. Linen (lenan) : kain untuk keperluan operasi restoran
·         Table cloth : taplak meja/penutup meja
·         Napkin : serbet makan
·         Skirting : kain panjang untuk meja buffet/untuk membuat dekorasi

Demikian uraian tentang peralatan restoran, semoga bermanfaat.

Tuesday, May 2, 2017

Si Ayam Hitam (I Siap Selem)

Hiduplah seekor Ayam betina berwarna hitam bersama dengan 7 ekor anaknya. Anaknya yang ke-7 bernama I Doglagan (tidak punya bulu). Mereka selalu mencari makan sekitar tempat tinggal mereka.    

Pada suatu hari, Si Ayam Betina mengajak semua anaknya mencari makan, tidak terasa ternyata mereka sudah jauh dari rumah, dan mendadak cuaca mendung dan turun hujan lebat. Si Ayam Betina kebingungan mencari tempat berteduh, dan haripun menjadi gelap. Tiba-tiba di seberang sungai Ia melihat sebuah rumah, lalu menyeberangi sungai dan pergi ke rumah tersebut. Ternyata rumah itu di huni oleh seekor kucing yang berbulu lebat yang bernama Mrng Kuuk. Si Ayam Betina minta ijin kepada Meng Kuuk numpang berteduh malam itu bersama anak-anaknya. Meng Kuuk pun tidak keberatan dan mempersilahkan Si Ayam Betina bermalam di rumahnya. Dalam hatinya Meng Kuuk sangat senang, karena malam itu Ia akan mendapatkan santapan. Ia pun menyusun rencana akan menyantap anak-anak Si Ayam Betina malam itu. Si Ayam betina sangat senang atas kebaikan Meng Kuuk mengijinkannya dan anak-anaknya bermalam. Lalu Ia mengajak anak-anaknya bermalam disana.

Setelah hari semakin larut, perasan Si Ayam Betina tidak enak. Ia kawatir terhadap anak-anaknya, sehingga malam itu Ia pun mengajak anak-anaknya pergi dari rumah Meng Kuuk. Ia mengajak anak-anaknya terbang menyeberangi sungai. Satu persatu anaknya menyeberangi sungai. Tinggallah I Doglagan, Ia tidak bisa terbang untuk menyeberangi sungai, karena tidak punya bulu. Si Ayam Betina mencari akal, lalu Ia menyuruh I Doglagan tetap disana, namuan dia disuruh tidur di samping batu. Malam semakin gelap, dan benar saja, tiba-tiba datang Meng Kuuk ke tempat tidur Si Ayam Betina dan anak-anaknya. Tanpa pikir panjang lagi, Meng Kuuk berusaha menerkam Si Ayam Betina yang dikiranya masih disana. Namun nasib sial bagi Meng Kuuk, bukannya dapat mangsa tapi malah giginya pada rontok dan mulutnya mengeluarkan darah. Yang diterkam Meng Kuuk bukannya Si Ayam Betina, melainkan sebuah batu hitam yang berada di samping I Doglagan. Ia pun merintih kesakitan dan menangis. Si Ayam Betina dan anak-anaknya serta I Doglagan selamat dari maut. 
Begitulah akaibat bagi orang yang tidak iklas menolong orang lain, dan selalu mengharapkan imbalan

I Cupak dan I Grantang


Ada sebuah cerita dari rakyat Bali, I Cupak dan I Grantang. Mereka berdua bersaudara, I Cupak adalah sang kakak, I Grantang adalah sang adik. Walaupun mereka bersaudara, namun wajah dan perilaku kakak beradik ini sangat berbeda. I Cupak wajahnya jelek, kumisnya lebat, brewokan, dekil dan rambutnya merah kaku seperti sapu ijuk. perutnya besar dan gemar sekali makan. tapi beda dengan adiknya I Grantang. I Grantang perilakunya halus, wajahnya ganteng, kalem, banyak yang suka dan ingin memiliki I Grantang sebagai kekasih. Tutur katanya manis dan rajin bekerja.

Diceritakan suatu hari, I Cupak dan I Grantang bekerja di sawah, I Grantang mengembala sapi, tapi I Cupak hanya bermalas-malasan. I Cupak cuek  dengan adiknya yang sedang bekerja.  Saat I Grantang sudah menyelesaikan pekerjaannya barulah I Cupak datang. Meskipun perilaku kakaknya seperti itu, namun tanggapan I Grantang masih baik. I Grantang berbicara halus dan bahasanya manis terhadap kakaknya.

"Kakak pulang duluan saja, aku mau mandi dulu. "I cupak malah menyaut kasar," kalo gitu aku mau pulang duluan. I Cupak lalu beranjak pulang. Setelah I Cupak pergi barulah I Grantang mandi, ternyata I Cupak bukannya pulang malah bermain lumpur sampai badannya kotor. setelah itu, I Cupak bergegas pulang dengan kondisi kecapean.

Diceritakan sekarang I Cupak sudah sampai didepan rumahnya, disana lalu I Cupak berteriak - teriak sambil menangis. ibu dan ayahnya terkejut mendengar tangisan anaknya dan segera menghampiri dan menanyakan,"duh anakku ganteng Wayan Cupak kenapa kamu pulang sendiri dan kotor begini? adikmu kemana I Made Grantang?" setelah orang tuanya bertanya demikian, lalu I Cupak menjawab sambil menangis. "Begini ayah dan ibu, aku dari pagi bekerja di sawah, I Grantang malah pergi bermain dari pagi, dan dia itu kerjanya hanya merayu-rayu anak gadis tetangga. setelah mendengar cerita I Cupak, ayahnya langsung marah dan setelah itu ayahnya mengelus - ngelus I Cupak. "iya, jangan nangis lagi anakku, nanti kalo I Grantang pulang, ayah akan marahi dan pukuli dia, akan ayah usir dari rumah. " senang sekali hati I Cupak mendengar ayahnya akan memarahi I Grantang. agar tidak ketahuan berbohong, I Cupak lalu pergi dengan membawa ayam untuk diadu.

Sekarang diceritakan I Grantang sudah tiba dirumah. I Grantang berjalan sempoyongan karena kelelahan. Tanpa basa basi ayahnya langsung menjambak dan memukuli I Grantang. Ayahnya berbicara kasar. Pergi kamu dari rumah ini kata ayahnya demikian, tak menyangka ayah punya anak seperti kamu, wajah ganteng tapi perilakumu buruk, pemalas, dapat didikan dari mana kamu? " tanya ayahnya? " I Grantang menangis merasa dirinya difitnah. lalu I Grantang berbicara sambil menangis "Iya, kalo itu sudah kehendak ayah, saya akan pergi dari rumah ini, saya tau ayah sayang kepada saya. semoga setelah kepergian saya ini ayah, ibu dan kakak Cupak bahagia. hanya itu yg disampaikan I Grantang terhadap ayahnya, lalu dia pergi meninggalkan rumah. I Grantang berjalan sempoyongan karena dari pagi ia belum makan. Sangat sakit hatinya mendengar kata" ayahnya tadi.. Setelah I Grantang pergi jauh, lalu I Cupak menanyakan adiknya I Grantang. "ibu...ayah...adikku kemana? " lalu ayahnya berkata, "Adikmu sudah ayah pukuli dan usir dari rumah ini. biar tau rasa anak itu." tau ayahnya demikian, lalu I Cupak menangis dan berkata, " mengapa ayah sampai demikian? kenapa ayah usir? dimana dia sekarang?. lalu I Cupak menceritakan yang sebenarnya kepada kedua orang tuanya. mendengar I Cupak berbohong dada kedua orang tuanya jadi sesak, merasa bersalah terhadap I Grantang. " sekarang aku akan mencari keberadaan I Grantang, akan aku bawakan makanan " kata I Cupak dan segera ibunya menyiapkan makanan.

Diceritakan sekarang I Cupak sudah meninggalkan rumah mencari I Grantang. berteriak-teriak I Cupak Memanggil Adiknya Adik....adik....adik..Grantang...ini kakak sudah bawakan makanan ..Adik!" lanjut cerita, I Cupak berhasil menemukan adiknya di tengah hutan belantara. lalu I Cupak minta maaf kepada adiknya. Adik sekarang kita pulang, maafkan kesalahan kakak, yuk kita pulang!" I Grantang lalu menyaut, "kakak pulang sendiri saja, biarkan saya sendiri disini menahan sakit hati, mending saya mati dari pada tidak disukai orang tua. " Setelah adiknya berbicara seperti itu lalu muncul akal licik I Cupak. kakak akan menemanimu disini, suka duka bersama, kita istirahat disini dulu, kakak capek sekali berjalan mencarimu, ini kakak bawakan makanan. "I Cupak lalu menyuruh I Grantang mencari air, " sana adik kamu cari air buat kita, kakak jaga makanan ini disini. "segera I Grantang mencari air. setelah I Grantang pergi jauh mencari air, keluarlah niat busuk I Cupak berniat memakan habis makanan itu. buru - buru I Cupak membuka makanan tersebut dan menghabiskannya. setelah habis, bungkus makanan tersebut dirobek dan ditaruh di tanah dan ditinggal tidur. setelah datang dari mencari air dan melihat kejadian tersebut lalu I Cupak dibanguni oleh I Grantang. I Cupak lalu kepupungan "Aduh adik siapa yang memakan dan merobek bungkus makanan ini? terlalu lama sich adik mencari air, sampai makanan ini kakak tinggal tidur. ya tak apa" sisa makanan ini saja kita makan.lalu I Grantang berkata, "iya, kakak saja yang makan makanan ini, saya tidak merasa lapar" I Cupak lalu makan lagi sendirian dengan lahapnya sampai dia celekutan memukul-mukul dadanya, selesai makan I Cupak bersedawa mencirikan perutnya sudah teramat kenyang.

Setelah I Cupak dan I Grantang selesai beristirahat, mereka berencana melanjutkan perjalanan. diceritakan sekarang I Cupak dan I Grantang sampai di pintu gerbang Puri Kediri. Di desa itu sepi sekali, tidak ada orang lalu-lalang. I Cupak gemetar karena takut, sekarang mereka sudah sampai di halaman puri Kediri, disana I Cupak menemukan pasar. Di pasar itu masih sepi, cuma ada 1 penjual nasi dan lagi berjualannya sembunyi". melihat kondisi seperti itu, lantas I Grantang bertanya kepada penjual nasi tersebut, "permisi Ibu penjual nasi, saya mau bertanya, apa nama daerah disini, apa yang menyebabkan daerah ini sepi. pedagang nasi berkata, nak, pemuda berdua ini, nama daerah ini Kediri, daerah ini terkena bencana. Putri Ida Sang Prabu diculik oleh I Benaru. Ida Sang Prabu mengeluarkan wacana, bahwa siapa saja yang sanggup membunuh I Benaru dan membawa putrinya kembali akan diberi Kedudukan agung di wilayah ini dan akan dinikahkan dengan putri beliau bagi yang sanggup membunuh I Benaru. I Cupak dengan gampangnya berkata, "ah rajanya saja yang bodoh dikalahkan oleh I Benaru. membunuh si Benaru saja tidak bisa. Eh dagang, sana bilang kepada rajamu. membunuh satu Benaru gampang bagi aku". I Grantang lantas memotong pembicaraan, " jangan kakak sesumbar, kita kan tidak tau I Benaru itu siapa. Jangan sombong di wilayah orang. "tapi I Cupak ngeyel dan tetap ingin melawan si benaru. dan mengatakan Adik memang pengecut. Beri saya makanan saja kalo saya berhasil membunuh I Benaru. "I Grantang melanjutkan pembicaran dengan pedagang nasi tersebut. "baiklah ibu penjual nasi sampaikan pesan kami ke tempat Ida Sang Prabu. kami mau menyampaikan bahwa kami mampu membunuh I Benaru. "Disamping itu ada beberapa pesan lagi dari I Grantang yang mau disampaikan kepada sang prabu, penjual nasi lalu bergegas menghadap ke puri Kediri, setelah ibu penjual nasi itu jauh I Cupak lalu memakan dagangan ibu tadi karena perutnya sangat lapar" sungguh I Cupak Contoh yang tidak baik

Lanjut cerita sesampainya di puri, penjual nasi tersebut langsung menyampaikan pesan kepada raja, "maafkan saya Ratu Sang Prabhu Raja Kediri, diluar ada tamu dua orang pemuda menyatakan bersedia dan sanggup membunuh I Benaru. sekian pesan dari saya sang raja. mereka menunggu keputusan dari Ida Sang Prabhu. sontak Ida Sang Prabhu merestui, "baiklah kalo memang mereka sanggup membunuh I Benaru, suru mereka menghadap saya sekarang. bergegas si penjual nasi kembali ke pasar untuk menemui dan menyampaikan pesan dari sang Raja kepada I Cupak dan I Grantang, sesampainya di pasar ibu itu terkejut melihat I Cupak menghabiskan dagangan ibu itu. lalu I Grantang ngomong. "maafkan kami ibu, maafkan kesalahan kakak saya yang mengambil makanan ibu tanpa izin terlebih dahulu, mohon ibu mau memaafkan kesalahan kakak saya dan ini saya ada uang sebagai pengganti kerugian ibu.lalu I Cupak berkata maafkan saya ibu, saya tidak sanggup menahan lapar, " si penjual nasi terketuk hatinya mendengar kata - kata I Grantang. kata" I Cupak tidak digubris oleh penjual nasi tersebut. lalu ibu itu menyampaikan pesan dari Ida Sang Prabhu, agar mereka segera menghadap sang Raja. Sesampainya I Cupak dan I Grantang di puri Kediri para rakyat di Puri kediri Sontak Berhamburan melarikan diri dikiranya I Cupak itu adalah I Benaru. diceritakan sekarang I Cupak dan I Grantang sudah menghadap Ida Sang Prabhu lalu Ida Sang Prabhu bertanya, "wahai kalian berdua, asal kalian dari mana? nama kalian siapa?" I Grantang berkata dengan sopan," maafkan saya Ratu Sang Prabhu, saya ini orang miskin dari Desa Gobangwesi. nama saya adalah I Grantang dan ini kakak saya bernama I Cupak. saya mau ikut serta dalam sayembara ini untuk membunuh musuh paduka I Benaru. belum selesai I Grantang menghaturkan kata, I Cupak lalu memotong pembicaraan, dan berkata seperti ini, "sebelum kami membunuh I Benaru kami ingin makan, aku lapar, perutku lapar, aku mau minta makanan yang enak". Setelah itu I Cupak dan I Grantang pamit kepada Ida Sang Prabhu, lalu I Grantang diberikan sebuah cincin mas masoca mirah sebagai tanda bahwa I Grantang sebagai utusan sang Prabhu.

melanjutkan carita perjalanan mereka I Cupak merasa haus sekali, lantas ia menemukan sebuah telaga yang luas yang airnya banyak sekali. disana lalu I Cupak berkata kepada adiknya. "Adik...adik Grantang berhenti sebentar, kakak capek dan haus sekali, kakak akan mencari air di telaga itu, " lalu I Grantang menyaut, "jangan kakak mencari air disana itu adalah air kencing I Benaru tidak boleh diminum, "mendengar perkataan adiknya itu I Cupak terkejut mukanya pucat. lalu mereka melanjutkan perjalanan. lagi I Cupak menemukan sebuah gunung-gunungan berderet. lalu I Cupak bertanya lagi kepada adiknya, "siapa yang membuat gunung gunungan disini dik?" sambil tersenyum I Grantang berkata kepada kakaknya. "ini bukan gunung-gunungan kak, melainkan kotorannya I Benaru. I Cupak berteriak ketakutan. "Aduh matilah kita sekarang dik, kotorannya aja bisa sebesar ini, pasti si benaru besar sekali? yukk kak kita lanjutkan perjalanan. I Grantang bergegas berjalan ingin segera membunuh I Benaru. I Cupak ketakutan mengikuti perjalanan I Grantang, kakinya gemetaran.

Diceritakan Sekarang I Cupak dan I Grantang sudah sampai di atas goa. I Benaru ada di bawah goa. I Cupak lalu berkata" Adik .... kakak tidak berani turun, adik saja yang bertarung melawan I Benaru. Kakak menunggu disini. tapi kakak mohon ikat kakak disini, entah apa maksudnya dia ingin diikat, tapi adiknya menuruti permintaan kakaknya " Bingung I Grantang mencari tali untuk mengikat I Cupak. Setelah selesai I Grantang mengikat kakaknya, I Grantang lalu menyampaikan pesan kepada kakak, "ini kakak liat tombak yang saya tancapkan, kalo jatuh ke selatan maka itu sebuah pertanda bahwa saya tewas dalam pertarungan ini, kalau jatuhnya ke timur itu berarti saya menang. "Setelah selesai menyampaikan pesan kepada kakaknya, I Grantang lalu turun ke bawah goa. sesampainya di dalam goa I Grantang melihat I Benaru ingin memperkosa Raden Dewi. I Benaru melihat I Grantang Masuk dan I Benaru mencaci maki I Grantang. " "Eh kamu manusia kecil, ada urusan apa kamu kemari, kalo kamu ingin hidup pergilah kamu dari sini! " mendengar I Benaru berkata demikian, lalu I Grantang menyaut, "Apa..apa..yang kamu katakan Benaru? aku datang kesini memang untuk mengalahkan kamu dan aku akan membawa Raden Dewi Pulang ke Puri kediri. " I Benaru lantas mengamuk. Disana I Grantang bertarung dengan I Benaru. karena I Grantang pandai menggunakan senjata dan pandai dalam bertarung maka I Grantang berhasil menusuk dan merobek perut I Benaru sampai isi perutnya keluar berserakan dengan keris pemberian Ida Sang Prabu. I Benaru berteriak Kesakitan isi perutnya keluar.

Diceritakan Sekarang I Cupak diluar mendengar I Benaru berteriak. I Cupak sampai terkencing-kencing sampai ikatannya lepas. Disana lantas I Cupak ingat dengan pesan adiknya lalu melihat ke arah tombak dan ternyata tombaknya sudah jatuh ke arah timur. baru I Cupak hatinya senang. I Cupak lalu berkata, " Adik...adik Grantang tunggu aku adik. kalo aku tidak dapat bertarung dengan I Benaru aku bakal penasaran terus, " I Grantang lalu ngomong dari dalam goa, "kak I Benaru telah tewas dan sekarang tolong lemparkan sebuah tali agar aku bisa naik! "setelah itu I Cupak melemparkan tali tersebut. Disana I Grantang menggantungkan diri supaya bisa naik sembari menggendong Raden Dewi. Setelah I Grantang dan Raden Dewi terlihat dari mulut goa, segera I Cupak merangkul Raden Dewi, seraya memotong tali yang mengikat I Grantang. karena tali itu dipotong, maka I Grantang jatuh bergelinding kedalam goa dan I Cupak mengira adiknya telah mati. 

Diceritakan Sekarang , I Cupak mengantar Ida Raden Dewi menuju Puri Agung. Sulit dibayangkan saat I Cupak yang mengantar Raden Dewi menuju Puri Kediri. Setelah sampai di Puri, Ida Sang Prabhu sangat senang melihat putrinya kembali, Ida Sang Prabhu lalu mempertemukan Ida Raden Dewi dengan I Cupak dan menanyakan kejadian tersebut dan menanyakan apakah I Benaru telah mati. I Cupak mengatakan kepada Ida Sang Prabhu bahwa I Benaru telah mati dan I Grantang mati karena terjatuh. Sebagai penghargaan terhadap I Grantang saudaranya I Cupak dinobatkan sebagai orang agung dan mempunyai kuasa di Puri Kediri.

Diceritakan sekarang I Cupak sudah berkuasa di Puri. semua rakyat jadi susah, karena setiap hari harus menyediakan babi guling, makanan kesukaan I Cupak.

Nah sekarang kita kembali ke cerita I Grantang. I Grantang tertatih" menahan sakit karena terjatuh dan menyesali dirinya terlahir penuh cobaan. "oh tuhan mengapa ini terjadi kepada ku?" lalu I Grantang mempunyai ide dengan menggunakan tulang raksasa I Benaru, satu per satu tulang I benaru disusun oleh I Garantang agar bisa naik. I Grantang ingin sekali naik ke atas. Dengan usaha dan doa kepada Ida SangHyang Parama Kawi I Grantang berhasil Naik. sekarang I Grantang sudah berada di atas goa. I Grantang lalu beranjak menuju Puri Kediri. Singkat Cerita I Grantang sudah sampai di puri. Disitu lalu I Grantang bertemu dan berbicara dengan pembantu I Cupak " maaf saya boleh minta bantuan anda, saya mau menghadap Ida Sang Prabhu. Sontak pembantu tersebut lari melapor kepada Raden Cupak. I Cupak ingat dengan adiknya yang masih di Goa. lalu I Cupak berteriak memerintahkan untuk menangkap dan I Grantang digulung dengan tikar, lalu dibuang ke laut.

Diceritakan keesokan harinya Pan Bekung sedang menjaring menangkap ikan di pantai. dari pagi sampai sore tidak satu ikan pun yang berhasil ditangkap. lalu dilemparkan jaring ke arah timur, karena jaringnya terasa berat maka Pan Bekung segera menarik jaring tersebut dan didapatkan sebuah tikar yang digulung. emosi dengan kondisi seperti itu, lalu pan bekung memutuskan untuk kembali ke darat. sangat terkejutnya Pan Bekung melihat pemuda kurus sekali dalam tikar tersebut. Pan Bekung segera membawa tubuh pemuda itu ke rumahnya. sesampainya di rumahnya dirawatlah oleh Men Bekung. sehari - hari dibuatkan bubur, dibuatkan obat. bisa dibilang semakin hari semakin berisi badannya I Grantang. sangat senang hati Pan Bekung dan Men Bekung karena anaknya ganteng sekali. setelah I Grantang sehat disana lantas I Grantang membuat sebuh taman, beraneka ragam bunga yang ditanamnya. setelah kembang bunga-bunga itu dipetik untuk dijual oleh men bekung ke pasar, itu pekerjaan sehari-hari I Grantang dan men Bekung..

Diceritakan Sekarang ada seorang abdi dalem dari puri Kediri akan membeli bunga. Semua bunga Men Bekung dibeli untuk dipersembahkan kepada Raden Dewi. Setelah selesai berbelanja lantas abdi tersebut kembali ke puri untuk menghaturkan bunga. Ida Raden Dewi. Serasa berdebar - debar hati Raden Dewi merasakan dalam bungan itu ada sesosok pria yang diidam"kannya.

Ingatlah Raden Dewi dengan I Grantang pemuda tampan yang menyelamatkannya dan membunuh I Benaru. Ida Raden Dewi lalu bertanya kepada abdinya yang membeli bunga tersebut. " Bibi bibi Sari dimana bibi membeli bunga ini? "besok antarkan saya ke tempat penjual bunga ini". Keesokan harinya diantarkanlah Ida Raden Dewi ke pasar. Singkat Cerita Men Bekung kebetulan sedang berjualan dengan keranjang berisi bunga warna warni. Raden Dewi menghampiri. Raden Dewi lalu melihat sebuah cincin emas masoca mirah yang dipakai Men Bekung. Cincin itu tidak lain adalah milik Ida Sang Prabhu yang diberikan kepada I Grantang. melihat kejadian tersebut, lalu Raden Dewi bertanya kepada Men Bekung. "maaf ibu, saya mau bertanya, dimana rumah ibu?' Ajak saya berkunjung ke rumah ibu agar saya tau. " singkat cerita Ida Raden Dewi sudah sampai di rumah Men Bekung. Pan Bekung terkejut melihat kedatangan Ida Raden Dewi. Mendengar ayahnya saking paniknya kedatangan tamu, I Grantang menghampiri. Disanalah I Grantang bertemu dengan Raden Dewi. di saat itulah Ida Raden Dewi menghampiri dan memeluk I Grantang sambil menangis, "Aduh Bli kenapa Bli rela meninggalkan saya, kenapa bli tidak menghadap Ida Sang Prabhu." setelah mendengar perkataan Ida Raden Dewi tadi lalu I Grantang memohon maaf dan menghaturkan sembah sujud menceritakan soal kejadian yang sudah berlalu.

Diceritakan sekarang I Grantang dan Ida Raden Dewi sudah sampai di puri. Sang Prabhu terkesima melihat putrinya berjalan berdampingan bersanding dengan I Grantang. Mereka lalu menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Sang Prabhu. Sang Prabhu sangat marah, lalu I Cupak diusir dari puri. I Grantang sekarang mendapatkan posisi agung di puri. Setelah I Grantang menjabat agung, kerajaan jadi aman sentosa dan tentram. Rakyat semua senang karena I Cupak telah pergi meninggalkan Puri kediri dan I Grantang akhirnya dinikahkan dengan Raden Dewi sesuai isi perjanjian dalam sayembara tersebut.

Pan Balang Tamak


Ini adalah kisah/cerita masyarakat Bali yang sangat terkenal. Pada jaman dahulu di suatu desa di Bali hidup seorang Pria yang bernama Pan Balang Tamak. Adapub Pan Balang Tamak memiliki arti, “Pan” berarti bapak/ayah, “Balang” berarti hewan belalang yang merupakan hewan yang lincah dan cerdik dan “Tamak” yang berarti rakus/tamak.

Pada suatu hari Kepala Desa membuat pengumuman bahwa akan diadakan gotong royong di bale banjar pada saat ayam turun dari peristirahatan. Jika tidak datang, akan dikenakan denda. Keesokan harinya saat pagi ayam turun semua oranng sudah begotong royong, tetapi hingga siang Pan Balang Tamak tidak ikut gotong royong, Ia menunggu ayamnya turun, hingga Kepala Desa datang dan berkata “Mengapa kamu tidak hadir gotong royong ?, karna kamu tidak datang, maka kamu akan di denda. Namun Pan Balang Tamak berdalih ”karena menurut pengumuman, semua bergotong royong ketika ayam turun dari peristirahatannya, namun ayam saya baru turun siang ini, hal itu terjadi karena ayam milik Pan Balang Tamak adalah ayam betina yang sedang mengeram telur, itulah cara Pan Balang Tamak agar tidak ikut gotong royong.     

Beberapa hari kemudian ada pengumuman semua akan mengikuti rapat di balai desa, Pan Balang Tamak meiliki akal cerdik, iya  menyuruh istrinya membuat jajan uli ketan pulung-pulung agar menyerupai kotoran anjing. Akhirnya pagi hari sebelum rapat di mulai Pan Balang Tamak datang ke balai desa sebelum rapat dan menaruh jajan yang seperti kotoran tersebut di tiang-tiang balai desa dan memberinya air agar menyerupai kotoran ajing. Saat semua orang datang, saat mereka melihat kotoran ajing yang banyak Pan Balang Tamak berkata” Siapa yang berani memakan kotoran tersebut akan saya berikan uang 100.000 dan yang lain menjawang “Mengapa kamu menyuruh kami , apakah kamu sendiri berani memakan kotoran tersebut?, jika berani kami akan memberikan uang 100.000 rupiah perorang” karena mendengar kata tersebut Pan Balang Tamak berpura-pura tidak berani dan akhirnya iya pun memakannya dengan pura-pura tidak berani dan akhirnya habis semua lalu iya mendapat uang dari semua orang yang ada disana.

Karena terlalu banyak hal curang yang sering dilakukan Pan Balang Tamak, Raja pun mengutus seseorang untuk membunuhnya menggunakan racun yang sangat ampuh untuk membunuh Pan Balang Tamak, tetapi karena mendengar hal itu sebelumnya Pan Balang Tamak pernah mengingatkan istrinya ia berkata ” Istriku jika aku mati nanti aku ingin agar jenasahku di  dudukan dengan bersila di bale lalu senderkan diriku pada salah satu tiang di bale tersebut, gantungkan rambutku pada bagian atas bale, lalu carikan aku seekor tamulilingan dan letakan di samping jenasah ku selama 1 hari , dan aku ingin harta kita di letakan di bale delod (rumah bagian selatan) berupa peti dan tutup menggunakan kain kasa putih dan jasad di letakan di bale daja ( rumah bagian utara) dan di tutup peti”. Setelah itu beberapa hari kemudian matilah Pan Balang Tamak dan istrinya pun melakukan hal yang di perintahkan suaminya. Karna mendengar hal tersebut utusan raja mengintip ke rumah Pan Balag Tamak, tetapi apa yang ia lihat, ia kira Pan Balang Tamak telah mati, tetapi iya melihatnya duduk bersila di bale sambil menggeraikan rambutnya diselingi dengan membacakan mantra/nanyian agama yang sebenarnya hanyalah jenasah dan tamulilingan yang ada. Utusan raja mengatakan bahwa racun tersebut tidak ampuh. Karena Raja tidak percaya Raja pun menelan racun tersebut dan akhirnya ia  mati.

Akhirnya Raja yang semula ingin mebunuh Pan Balang Tamak akhirnya mati juga bersama racun miliknya. Setelah beberapa hari jenasah Pan Balang Tamak di pindahkan oleh istrinya ketempat yang di perintahkan dahulu yaitu bale daja (rumah bagian utara) dan hartanya di letakan di bale delod (rumah bagian selatan). Karena berita tentang kematian Pan Balang Tamak sudah tersebar keseluruh desa, ternyata ada orang yang ingin berbuat jahat. Orang tersebut ingin mencuri harta kekayaan Pan Balang Tamak karena Pan Balang Tamak terkenal kaya. Akhirnya orang tersebut mendatangi rumah Pan Balang Tamak dengan sembunyi-sembunyi dan langsung berjalan ke bale daja (rumah bagian utara) di mana semua orang percaya tempat itu adalah tempat menyimpan kekayaan dan barang berharga, karena tidak mungkin di bale delod (rumah bagian selatan) adalah tempat jenasah Pan Balang Tamak. Akhirnya  orang tersebut melihat peti yang dikira harta Pan Balang Tamak dan membawanya pergi. Ketika ingin melihat isinya di pertengahan jalan mereka berhenti, tetapi karena ada bau tak sedap akhinya tidak jadi dan berjalan lagi hingga tiba di pura, yaitu pura Desa, akhirnya mereka membukanya dan ternyata yang mereka bawa dalam peti ternyata  isinya adalah jenasah Pan Balang Tamak dan mereka lari ketakukan dan meninggalkan jenasah tersebut di pura desa.

Itulah yang menyebabkan di pura Desa ada Pemujaan/bale yang bernama Pan Balang Tamak yang berarti agar  setiap kita memasuki pura Desa maka rasa Tamak kita atau rasa rakus kita akan hilang dan menjadi  orang  yang lebih baik dan tidak menjadi orang yang  rakus  dan curang  dalam kehidupan ini.

Monday, May 1, 2017

Hari Raya Galungan

Hari Raya Galungan merupakan salah satu hari besar Umat Hindu yang merupakan pawedalan Jagat atau Oton Gumi. Tidak berarti bahwa Gumi/ Jagad ini lahir pada hari Budha Keliwon Dungulan. Melainkan hari itulah yang ditetapkan agar umat Hindu di Bali menghaturkan maha suksemaning idepnya ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi atas terciptanya dunia serta segala isinya.
Pada hari itulah umat angayubagia, bersyukur atas karunia Ida Sanghyang Widhi Wasa yang telah berkenan menciptakan segala-galanya di dunia ini.
Ngaturang maha suksmaning idép, angayubagia adalah suatu pertanda jiwa yang sadar akan Kinasihan, tahu akan hutang budi.
Yang terpenting, dalam pelaksanaan upakara pada hari-hari raya itu adalah sikap batin. Mengenai bebanten tidak kami tuliskan secara lengkap dan terinci. Hanya ditulis yang pokok-pokok saja menurut apa yang umum dilakukan oleh umat. Namun sekali lagi, yang terpenting adalah kesungguhan niat dalam batin.
Dalam rangkaian peringatan Galungan, pustaka-pustaka mengajarkan bahwa sejakRedite Pahing Dungulan kita didatangi olehKala-tiganing Galungan. Sang Kala Tiga ialah Sang Bhuta Galungan, Sang Bhuta Dungulandan Sang Bhuta Amangkurat. Disebutkan dalam pustaka-pustaka itu: mereka adalah simbul angkara (keletehan). Jadi dalam hal ini umat berperang, bukanlah melawan musuh berbentuk fisik, tetapi kala keletehan danadharma. Berjuang, berperang antara dharmauntuk mengalahkan adharma. Menilik nama-nama itu, dapatlah kiranya diartikan sebagai berikut: 
Hari pertama = Sang Bhuta Galungan.
Galungan berarti berperang/ bertempur. Berdasarkan ini, boleh kita artikan bahwa pada hari Redite Pahing Dungulan kita baru kedatangan bhuta (kala) yang menyerang (kita baru sekedar diserang).Hari kedua = Sang Bhuta Dungulan.
Ia mengunjungi kita pada hari Soma Pon Dungulan keesokan harinya. Kata Dungulanberarti menundukkan/ mengalahkan.Hari ketiga = Sang Bhuta Amangkurat
Hari Anggara Wage Dungulan kita dijelang oleh Sang Bhuta Amangkurat. Amangkuratsama dengan menguasai dunia. Dimaksudkan menguasai dunia besar (Bhuwana Agung), dan dunia kecil ialah badan kita sendiri (Bhuwana Alit).
Pendeknya, mula-mula kita diserang, kemudian ditundukkan, dan akhirnya dikuasai. Ini yang akan terjadi, keletehan benar-benar akan menguasai kita, bila kita pasif saja kepada serangan-serangan itu. Dalam hubungan inilahSundari-Gama mengajarkan agar pada hari-hari ini umat den prayitna anjekung jnana nirmala, lamakane den kasurupan. Hendaklah umat meneguhkan hati agar jangan sampai terpengaruh oleh bhuta-bhuta (keletehan-keletehan) hati tersebut. Inilah hakikat Abhya-Kala (mabiakala) dan metetebasan yang dilakukan pada hari Penampahan itu.
Menurut Pustaka (lontar) Djayakasunu, pada hari Galungan itu Ida Sanghyang Widhi menurunkan anugrah berupa kekuatan iman, dan kesucian batin untuk memenangkan dharma melawan adharma. Menghilangkankeletehan dari hati kita masing-masing. Memperhatikan makna Hari Raya Galungan itu, maka patutlah pada waktu-waktu itu, umat bergembira dan bersuka ria. Gembira dengan penuh rasa Parama Suksma, rasa terimakasih, atas anugrah Hyang Widhi. Gembira atas anugrah tersebut, gembira pula karena Bhatara-bhatara, jiwa suci leluhur, sejak darisugi manek turun dan berada di tengah-tengahpratisentana sampai dengan Kuningan.
Penjor terpancang di muka rumah dengan megah dan indahnya. Ia adalah lambangpengayat ke Gunung Agung, penghormatan ke hadirat Ida Sanghyang Widhi. Janganlah penjoritu dibuat hanya sebagai hiasan semata-mata. Lebih-lebih pada hari raya Galungan, karenapenjor adalah suatu lambang yang penuh arti. Pada penjor digantungkan hasil-hasil pertanian seperti: padi, jagung, kelapa, jajanan dan lain-lain, juga barang-barang sandang (secarik kain) dan uang. Ini mempunyai arti: Penggugah hati umat, sebagai momentum untuk membangunkan rasa pada manusia, bahwa segala yang pokok bagi hidupnya adalah anugrah Hyang Widhi. Semua yang kita pergunakan adalah karuniaNya, yang dilimpahkannya kepada kita semua karena cinta kasihNya. Marilah kita bersama hangayu bagia, menghaturkan rasa Parama suksma.
Kita bergembira dan bersukacita menerima anugrah-anugrah itu, baik yang berupa material yang diperlukan bagi kehidupan, maupun yang dilimpahkan berupa kekuatan iman dan kesucian batin. Dalam mewujudkan kegembiraan itu janganlah dibiasakan cara-cara yang keluar dan menyimpang dari kegembiraan yang berdasarkan jiwa keagamaan. Mewujudkan kegembiraan dengan judi, mabuk, atau pengumbaran indria dilarang agama. Bergembiralah dalam batas-batas kesusilaan (kesusilaan sosial dan kesusilaan agama) misalnya mengadakan pertunjukkan kesenian, malam sastra,mapepawosan, olahraga dan lain-lainnya. Hendaklah kita berani merombak kesalahan-kesalahan/ kekeliruan-kekeliruan drsta lama yang nyata-nyata tidak sesuai atau bertentangan dengan ajaran susila. Agama disesuaikan dengan desa, kala dan patra. Selanjutnya oleh umat Hindu di Bali dilakukan persernbahyangan bersama-sama ke semua tempat persembahyangan, misalnya: disanggah/ pemerajan, di pura-pura seperti pura-pura Kahyangan Tiga dan lain-lainnya. Sedangkan oleh para spiritualis, Hari Raya Galungan ini dirayakan dengan dharana, dyanadan yoga semadhi.
Persembahan dihaturkan ke hadapan Ida Sanghyang Widhi dan kepada semua dewa-dewa dan dilakukan di sanggah parhyangan, di atas tempat tidur, di halaman, di lumbung, di dapur, di tugu (tumbal), di bangunan-bangunan rumah dan lain-lain.
Seterusnya di Kahyangan Tiga, di Pengulun Setra (Prajapati), kepada Dewi Laut (Samudera)Dewa Hutan (Wana Giri) di perabot-perabot / alat-alat rumah tangga dan sebagainya.
Widhi-widhananya untuk di Sanggah/ parhyangan ialah: Tumpeng penyajaan, wewakulan, canang raka, sedah woh, penek ajuman, kernbang payas serta wangi-wangiandan pesucian. Untuk di persembahyangan (piasan) dihaturkan tumpeng pengambean, jerimpen, pajegan serta dengan pelengkapnya. Lauk pauknya sesate babi dan daging goreng, daging itik atau ayarn, dibuat rawon dan sebagainya. Sesudah selesai menghaturkan upacara dan upakara tersebut kemudian kita menghaturkan segehan tandingansebagaimana biasanya, untuk pelaba-pelabakepada Sang Para Bhuta Galungan, sehingga karena gembiranya mereka lupa dengan kewajiban- kewajibannya mengganggu dan menggoda ketentraman batin manusia.
Demikianlah hendaknya Hari Raya Galungan berlaku dengan aman dan diliputi oleh suasana suci hening, mengsyukuri limpahan kemurahan Ida Sanghyang Widhi untuk keselamatan manusia dan seisi dunia. Pada hari Saniscara Keliwon Wuku Kuningan (hari raya atauTumpek Kuningan), Ida Sanghyang Widhi para Dewa dan Pitara-pitara turun lagi ke dunia untuk melimpahkan karuniaNya berupa kebutuhan pokok tersebut.
Pada hari itu dibuat nasi kuning, lambang kemakmuran dan dihaturkan sesajen-sesajen sebagai tanda terimakasih dan suksmaning idep kita sebagai manusia (umat) menerima anugrah dari Hyang Widhi berupa bahan-bahan sandang dan pangan yang semuanya itu dilimpahkan oleh beliau kepada umatNya atas dasar cinta-kasihnya. Di dalam tebog atauselanggi yang berisi nasi kuning tersebut dipancangkan sebuah wayang-wayangan (malaekat) yang melimpahkan anugrah kemakmuran kepada kita semua.


Demikian secara singkat keterangan-keterangan dalam merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan dalam pelaksanaan dari segi batin.

Hari Raya Nyepi


Hari Raya Nyepi merupakan salah satu Hari Raya Umat Hindu yang datang setiap 1 tahun sekali. Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu b
erdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.

Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.
Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.
Melasti, Tawur (Pecaruan), dan Pengrupukan
Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segalaleteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.
Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "tilem sasih kesanga" (bulan mati yang ke-9), umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat, mulai dari masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil),Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung(besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.
Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.
Puncak acara Nyepi
Keesokan harinya, yaitu pada pinanggal pisan,sasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), danamati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.
Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga (menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan)), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).
Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan pada tahun yang baru.
Ngembak Geni

Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada "pinanggal ping kalih" (tanggal 2) sasih kedasa (bulan X). Pada hari ini Tahun Baru Saka tersebut memasuki hari ke dua. Umat Hindu melakukan Dharma Shanti dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain, untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih. Inti Dharma Santi adalah filsafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia di seluruh penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup di dalam kerukunan dan damai

Peranan Restoran dalam Hotel

Restoran atau Restaurant merupakan kata yang sudah familiar dalam dunia pariwisata dan perhotelan. Industri Jasa Perhotelan yang disebut juga Hospitality Industry mempunya 2 aspek penting, apa itu ...?

Ada 2 aspek penting dalam Hospitality Industry yaitu :
- Accomodation Industry (meliputi penjualan kamar)
- Food Service Industry (penjualan makanan di Restoran).  
Maju mundurnya suatu usaha perhotelan dapat ditentukan oleh kedua unsur tersebut. Bahkan berhasilnya suatu hotel dalam mencapai tujuannya dapat pula ditentukan apabila pendapatan dari Food Service Industry lebih besar dari Accomodation Industry. 
Untuk bisa mencapai target tersebut, maka sekarang setiap Restoran berlomba-lomba menggaet pelanggan sebanyak-banyaknya dengan meningkatkan mutu pelayanan dan kwalitas makanan.
Namun sejalan dengan hal tersebut, kita juga harus ingat bahwa tujuan dioperasikannya Hotel dan Restoran adalah untuk mendapatkan keuntungan dan memberikan kepuasan bagi para tamu. Kalao sebuah Restoran dapat menggaet tamu banyak, namun tidak diimbangi dengan service yang memadai dan makanan yang berkwalitas, maka usaha Restoran tersebut tidak akan bertahan lama, karena kepusan dari pelanggannya tidak terpenuhi dengan baik. Maka dari itu perlu dilakukan training-training berkala dan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan keahlian dan ketrampilan dari pegawai Restoran yang bersangkutan, karena setiap waktu akan ada hal-hal yang baru yang bisa dipelajari. Selain menunjang operasional Hotel dan Restoran, salah satu tujuan Food dan Beverage Management adalah memberikan kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya sendiri, sehingga akan dihasilkan kwalitas dan standar service yang diharapkan. Kalau semua hal tersebut terpenuhi, maka keberadaan Restoran akan dapat menunjang operasional Hotel dan bahkan bisa melebihi pendapatan dari suatu Hotel.

Sekian pembahasan mengenai peranan dari suatu Restoran terhadap operasional Hotel, semoga bermanfaat.